Wednesday, November 2, 2011

Ketika Hari Pernikahan Itu Tiba...




Pernikahan. Sata kata yang membahagiakan untuk didengar. Tapi tidak untukku. Aku galau, ketika aku mendengar dirinya akan segera menggenapkan separuh Dien-nya. Mungkin aku egois. Ya memang tidak salah, Aku memang egois. Lebih tepatnya jealous. Aku cemburu. Disaat dalam kesendirianku, disaat tak ada yang memahamiku, dia hadir. Dia pula yang paham dengan inginku. Mungkin karena  kami memiliki interest yang sama. Dunia pena. Ya, bersamanya, aku merasa menemukan sahabat yang sejiwa denganku. Tapi, kebersamaanku selama 4 bulan ini, harus bisa aku bagi dengan calon belahan jiwanya. Ya, aku harus mengikhlaskan dirinya untuk tak seratus persen lagi selalu bersamaku. Itu hak dia. Aku tak bisa melarangnya. Aku hanya berharap dirinya tak melupakanku. Adik yang sangat mencintainya layaknya kakak kandungnya sendiri. Kehilangan dirinya bagaikan aku kehilangan separuh jiwaku.

Aku sangat takut. Takut jika setelah menikah, dirinya tak seintens dulu lagi melayani curhatku. Tak lagi ada waktu untuk sekedar membaca tulisanku, bahkan mengoreksinya. Aku benar-benar takut kak. 

Malam ini, air mataku tak bisa lagi aku seka derainya. Aku haru, sedih, takut dan bahagia. Semua rasaku bercampur menjadi satu. Aku bahagia, karena kini, tinggal hitungan jam statusmu akan berubah menjadi Nyonya Nove Setiawan. Tapi aku juga sedih, karena setelah ini, aku akan sangat jarang bisa bermanja lagi denganmu.  Bahkan pun ketika aku menuliskan ini, aku harus menahan segala rasaku. Rasa aku takut kehilanganmu. Kehilangan perhatianmu, kehilangan segala kasihmu untukku. 

Tapi mungkin, inilah saatnya aku coba belajar mandiri. Karena masing-masing dari kita memang memiliki urusan yang tak sama. Kini, dirimu sudah diikat, berjanji bersumpah setia mengabdi pada belahan jiwamu untuk peroleh surgaNya. 

Kini aku sadar, untuk tak lagi bergantung kepadamu. Akupun patut bersyukur kepada Tuhan. Terima kasih Ya Robb, telah mengenalkanku pada sosok seorang kakak sepertinya. Meskipun baru sebentar, tapi aku bahagia bisa mengenalnya. Ku ucapkan selamat untukmu, wahai kakakku, karena sebentar lagi aktivitasmu akan berubah. Menjadi seorang istri. Aku hanya bisa mendo’akan keberkahan pernikahanmu. Semoga dirimu bahagia bersama belahan jiwamu. Juga dirimu tetap terus menghasilkan karya ditengah kesibukan barumu sebagai seorang istri. Dan akupun berjanji, akan terus menajamkan penaku, untuk tak lelah berkarya, agar aku bisa menghasilkan karya terbaik sepertimu. 

Barokallahu laka wa baroka ‘alaika, wajama’a baina kumma fii khair....

Bandar Lampung, 08 Mei 2011, 20:10 wib




No comments:

Post a Comment

Tinggalkan jejak setelah berkunjung yaa ...